Entry: Harmoni Monday, October 01, 2007



Harmonisasi Mimpi (I)


Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah

menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyikapi segala rahasia dalam kehidupan.

 

Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan

setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detak

jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang

sama, kesempurnaan.

 

Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada

seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap

kita berbeda dalam mensikapinya. Ada yang berjuang untuk

melewatinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang

merasakan sempitnya kesempatan yang ia punya.

 

Apa rahasia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini

dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman.

Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi

mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.

 

Ketika orang lain berbicara sejuta bahasa, tetaplah anda bekerja.

Cangkul-lah sawah itu dan taburi dengan benih. Ketika orang

lain berdiam tak tahu harus berkata apa, teruskan kerja anda.

Siangi dan airi putik-putik yang baru bertunas itu. Ketika

orang lain saling tuding saling hunus, bekerjalah dalam

istirahat anda. Senandungkan seranai pengundang angin dan

gerimis. Ketika orang lain terlelap pada tidur nyenyak mereka,

jangan putuskan kerja anda. Bekerjalah dengan doa dan harapan;

"Semoga ikhtiar ini menjadi kebaikan bagi segenap semesta."

Maka, ketika orang lain tergugah dari peraduannya, ajaklah

mereka untuk mengangkat sabit memungut panen yang telah masak.

Bila mereka tak jua berkenan, jangan kecil hati. Terus dan

tetaplah bekerja. Bekerja, karena itulah yang semestinya kita

kerjakan.

 

Apa pun yang terjadi di muka bumi, sang mentari tak berhenti sedetik pun dari kerja; mengipasi tungku pembakaran raksasanya;

menebarkan kehangatan ke seluruh galaksi. Maka, tak ada alasan

yang lebih baik untuk keberadaan kita di sini, selain bekerja,

mengubah energi hangat matari menjadi kebaikan semesta.

 

Bila anda mencari alasan untuk sebuah kegagalan, anda bisa
temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah
alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.
Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak
menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri.
Ini menjauhkan anda dari keberhasilan; sekaligus melemahkan
kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk
menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

Belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya
berliter-liter tanah keruh dari sungai. Ia saring lumpur dari
pasir. Ia sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga
tampaklah butiran emas berkilauan. Begitulah semestinya anda
memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang
menyembunyikan emas. Bila anda terus berusaha, tekun mencari
perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan
alasan-alasan, maka anda akan menemukan cahaya kesempatan.
Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan
semua emas yang ada di dalamnya
.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments