jika diukur dengan usia manusia.. mestinya sudah matang, mapan, dewasa, bijak dan bersahaja
sudah berapa tahun yah usia bangsa kita...
jika
diukur dengan hitungan hari,.. sudah begitu banyak waktu terlalui,
mestinya sudah banyak cita yang tercapai, asa yang teraih dan mimpi
yang terengkuh..
sudah berapa tahun yah usia bangsa kita...
jika
diukur dengan detik-detik waktu, sudah berapa ribu kali jam akan
berdentang,.. mestinya.. sudah sejahtera rakyatnya,.. tiada
hutangnya,.. aman sentosa negaranya..
namun mimpi itu hilang terbang terbawa angin.... namun asa itu terberai sirna tersapu badai
Ketika masing-masing lebih mementingkan diri pribadi.. ketika. kita tidak bisa menerima perbedaan... ketika.. kita tidak berani untuk maju mengurai kebathilan.. ketika kita begitu susah bersatu padu ditengah keberagaman...
maka bangsa ini hanya akan tetap seperti ini...
Ketika kita masih mengharap belas kasih orang lain.... ketika kita tidak bisa memilih prioritas prioritas yang harus segera di lakukan ketika elite-elite lebih banyak mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.. ketika fanatisme buta masih membahana...
maka bangsa ini hanya akan tetap seperti ini..
Duhai kawan... apakah kita masih ingin seperti ini... bumi tempat berpijak apakah yang kita akan wariskan ke generasi nantinya..
Duhai kawan.. di hari ini... marilah kita memejamkan sejenak... kita lepaskan penat dan lelah... dan kita terbangkan imaji kita ke tahun-tahun kedepan...
kita lihat disana.... jalan-jalan kota dan desa begitu bersih dan rapih... sungai sungai dengan air jernih... hutan-hutan lebat yang tertata membuat teduh...
tiada asap-asap kendaran dan pabrik yang mencemari tiada lagi kemacetan yang menyita waktu setiap hari tiada lagi anak-anak jalanan dan tunawisma di bantaran kali...
anak-anak kita bahagia berlarian di tanah lapang... pulang pergi sekolah dan belajar dengan nyaman.. sarjana sarjana muda mudah mencari dan mendapat pekerjaan..
wakil-wakil rakyat... berani turun ke jalan... pulang pergi ke rumah naik angkutan... serta tiada gaji mereka yang berlebihan...
yatim piatu mendapat banyak perhatian... sumber daya alam dengan bijak dimanfaatkan... kerusakan-kerusakan alam sangat diminimalkan.. serta kesejahteraaan seluruh lapisan makin ditingkatkan..
ah bangsaku... di usiamu yang kian beranjak.. aku masih mendamba sebuah perubahan.. di negeri indah ini di negeri yang kaya ini..
sebuah perubahan... bagi rakyatnya bagi masyarakatnya.. untuk semuanya...
tidakah kita ingin menjadi bagian perubahan... sehingga nama kita tercatat dalam prasasti kehidupan.. hingga nanti di masa datang generasi penerus kita akan bangga bahwa indonesia.. sudah seperti jepang dalam teknologi sudah seperti amerika dalam ekonominya.. dan sudah seperti iran.. dalam keteguhan imannya..